Wednesday, 11 May 2016

CURAHAN HATI UNTUK IBUNDA DI SURGA




Entah mengapa hari ini aku merasa sangat merindukanmu. mungkin karena aku sudah terlalu letih, terlalu banyak masalah dalam hidup ini yang harus kupikirkan sendiri. biasanya saat-saat seperti ini aku selalu lari mencarimu dan selalu ada nasihat yang menguatkanku, yah wajarlah karena ibu yang mengajariku berbicara, mengajariku berjalan, ibu yang telah menanamkan keberanian dan kepercayaan atas diriku. Tapi kini semua telah berubah. 14 Desember Sungguh telah merenggut sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku, ibunda tercinta pergi dan tak akan pernah kembali. Tuhan ! Kenapa......? Kenapa.....? kau memanggil ibuku secepat ini, aku belum sempat membuatnya bahagia, belum sempat terbalas semua jasanya, belum sempat terucap bahwa AKU SANGAT MENCINTAIMU IBU, walaupun kalimat itu sering terucap dalam hatiku. Tapi inilah hidup yang harus ku jalani. 
Sang Maha Perkasa telah membuktikan bahwa Dialah pemilik segalanya. Ya! Tidak ada yang kumiliki di Dunia ini selain hanya sebuah titipan belaka. Sejak itu aku memutuskan untuk tidak mencintai apapun, siapapun, dengan sepenuh hati.
Aku takut...! aku takut...! mencintai. sungguh sakit rasanya ditinggal orang yang dicintai. 

Selamat jalan Bunda, Dia lebih mencintaimu.

Bunda ...
Kau adalah pelita  hidupku
Jasamu ...., kasih sayangmu tak terbalas 
Tidur lelapmu dulu terganggu 
Dengan tangisku dimalam hari
Nyanyian nan syahdu
Mengantar tidur sampai ku terbuai
Malam berganti siang
Tak pernah ku dengar keluhmu
Waktu kan membimbingku dengan cintamu

Bunda ...
Kan kuraih semua harapanmu
karena doa mu membuat tuntunan restu buatku
Dan kasihmu nan suci seputih untaian mutiara
Menjadi api semangat buatku

Bunda ...
Jasamu tiada terbalas
Hanya dengan tulisan ini 
Aku mencurahkan isi hatiku
Untukmu bunda tercinta
Puisi ini kupersembahkan.






No comments: